Kamis, 18 September 2014

Vanilla Ice Cream

ICE CREAM!!! Who doesn't like ice cream, everybody loves it! (I guess, hahaha...) Siapa sih yang gak suka es krim, dari yang muda sampai yang tua... Bahkan belum lama ada sepupuku yang datang ke rumah dan bilang anaknya setiap hari maunya jajan es krim, wah-wah... Aku sendiri suka banget makan es, hampir semua jenis es krim! (Pantas gak kurus-kurus, hahahaha....)

Jangan samakan es krim homemade dengan es krim yang dijual di luar. Tekstur es krim yang dibuat di rumah tidak bergas, beda seperti es krim di luar yang lebih bergas sehingga volume es krim mereka menjadi lebih banyak. Membuat es krim sebenarnya tidak sulit hanya memerlukan kesabaran saja. Ada beberapa komponen penting yang harus ada di es krim, yaitu, lemak, gula, dan pengemulsi.
  1. Lemak (fat) akan memberi tekstur lembut pada es krim, lemak bisa didapat dari cream atau santan. Mengapa lemak? Karena lemak tidak membeku dan mengkristal pada saat dibekukan. Dalam hal ini kuning telur yang ditambahkan pada adonan custard sangat penting jika menginginkan tekstur es krim yang lebih lembut dan creamy.
  2. Sama halnya seperti lemak, gula juga tidak membeku di dalam freezer. Gula tentu saja penting sebagai pemberi rasa, namun bukan hanya itu gula juga memberikan tekstur yang lembut dah tidak terlalu kristal. Namun aku kurang menyukai makanan yang terlalu manis, jadi aku selalu mengurangi porsi gula dalam es krim.
  3. Pengemulsi dibutuhkan agar es krim yang dibuat menjadi lebih menyatu (tidak hanya berupa cairan) dan juga memberikan tekstur yang lebih lembut. Pengemulsi bisa berupa gelatin, tepung maizena atau aku pernah baca ada yang menggunakan SP (pengembang kue).
Adonan es krim yang dibuat tidak bisa langsung dimasukkan saja ke dalam kulkas karena hal ini akan membuat tekstur es krim menjadi kurang lembut dan mengkristal. Cara membuat es krim pun beragam, tidak masalah jika teman-teman tidak memiliki mesin es krim di rumah. Aku pernah mencoba beberapa teknik dalam membekukan es krim. Teman-teman bisa menggunakan cara penjual es puter, atau mendinginkan adonan es krim dan memasukkannya ke dalam freezer, dan mengocok adonan tersebut dengan mixer setiap beberapa jam. Ada pula cara yang lebih menyenangkan yaitu menggunakan ziploc bag.

Kali ini aku akan sharing resep es krim vanilla, karena es krim ini bisa dijadikan apa saja, mulai dimakan begitu saja, makan dengan topping buah, sebagai teman pancake atau french toast, dan lainnya. Resep es krim ini menggunakan kuning telur, ada beberapa metode memang, namun aku pribadi suka yang menggunakan telur. Hasilnya es krim akan lebih creamy, dan jangan khawatir karena tidak akan berbau telur.


 


Es Krim Vanilla

Bahan-bahan:
250 ml susu
garam secukupnya
100 gr gula (di resep asli 150 gr)
1 tsp vanilla essence (di resep asli pakai vanilla bean, tapi vanilla bean carinya agak susah jadi aku skip, hehehe...)
500 ml heavy cream
5 butur kuning telur

Cara membuat:
1. Panaskan susu, garam dan gula hingga muncul gelembung-gelembung kecil, matikan kompor dan istirahatkan hingga susu menjadi agak hangat.
2. Siapkan wadah yang cukup besar kemudian masukkan es di dalam wadah tersebut. Kemudian siapkan wadah yang lebih kecil dan letakkan di atas wadah yang berisi es tadi. Letakkan saringan di atas wadah yang lebih kecil, dan tuang cream ke dalam wadah tersebut.
3. Di wadah yag terpisah, masukkan kuning telur dan aduk perlahan. Masukkan adonan susu yang telah dihangatkan tadi sambil terus mengaduk adonan tersebut. Panaskan kembali adonan dengan api kecil sambil terus diaduk menggunakan spatula. Jangan memanaskan adonan ini hingga mendidih karena Anda akan mendapatkan telur orak arik manis. Panaskan hingga adonan dapat menutupi spatula.
4. Saring adonan custard yang telah dipanaskan dan masukkan ke dalam wadah yang berisi cream, dan masukkan essence vanilla. Aduk hingga merata dan diamkan hingga adonan menjadi dingin kemudian masukkan ke dalam kulkas.
 5. Setelah adonan custard menjadi dingin, bekukan es menggunakan ice cream maker atau dapat dibekukan dengan cara memasukkan adonan ke dalam freezer sambil beberapa kali dikcok dengan mixer.

Sumber:
http://www.davidlebovitz.com/2009/02/vanilla-ice-cream/
http://www.davidlebovitz.com/2007/07/tips-for-making-1/
 


Soybean Pudding a.k.a. Kembang Tahu

Waaahhh, udah lama banget gak nulis post lagi, hahahaha... Malas banget rasanya buka blog dan nulis, hihihihi... Iseng buka gambar-gambar yang lama nemu foto ini iseng foto pas pertama kali buat kembang tahu. Jajanan ini memang ngangenin banget, dulu banyak banget yang jual dan lewat depan rumah. Entah kenapa sekarang jarannngggg banget nemu yang jual kembang tahu ini. Pernah beberapa waktu lalu lihat ada yang jual, tapi rasanya aneh banget, mungkin karena kurang laku juga jadi mungkin kembang tahu nya itu yang kemarin-kemarin. #glekkk.... Untung aku gak sampai habisin kalau nggak bisa kurus buang-buang air, hahahaha...



Tapi tenang kawan-kawan pecinta kembang tahu, sekarang kalian bisa buat kembang tahu sendiri. Aku nemu resep ini waktu blogwalking, resepnya simple dan gampang banget buatnya. Gak tau kalau abang-abang yang jual bagaimana buatnya, tapi ini hanya pakai agar-agar kok, jadi aman. Here is the recipe...

Kembang Tahu

Bahan-bahan:
600 ml susu kacang (tanpa gula)
1/2 sdt bubuk agar-agar

Cara membuat:
1. Bagi susu kacang menjadi dua bagian, masing-masing 300 ml.
2. Campur 300 ml susu kacang dengan agar-agar, sisihkan.
3. Panaskan 300 ml susu kacang yang tidak di beri agar-agar hingga mendidih. 
4. Setelah mendidih masukan 300 ml susu kacang yang telah diberi agar-agar ke dalam susu kacang yang sudah mendidih. Masak kembali hingga mendidih.
5. Setelah mendidih matikan api dan tuang ke dalam wadah dan dinginkan.
6. Sajikan dengan sirup gula atau wedang jahe.

Sumber:
http://herfrozenwings.blogspot.com/2012/08/all-about-tau-huaytau-foo-fah-soybean.html 

Rabu, 12 Maret 2014

Baci Di Dama Cookies



Dulu gak pernah tau cookies ini, sampe waktu itu Mr. A kasih liat artikel tentang cookies ini ala Cheff Matteo Meacci. Keliatannya unik dan enak, hehehehe... Sebenernya gak terlalu suka cookies, tapi aku sesekali buat cookies juga kalau lagi kepengen banget...:p

Cookies ini sebenernya berasal dari Italia, dan arti dari cookies ini adalah "Lady kisses" aka wanita berciuman, karena bentuknya itu, dua cookies yang didempet menjadi satu seperti sandwich. Jadi keliatan seperti berciuman ya, hehehe... Aku seneng banget tiap coba resep baru, apalagi dari negara atau daerah tertentu, jadi berasa ke tempat itu.

Aku suka versi David Lebovitz, pakai tepung beras, so gluten free ya. Aku udah pernah coba buat cookies ini dua kali. Terakhir waktu tahun baru imlek kemarin. Cookies ini bukan tipe cookies yang crunchy, tapi lumer di mulut, dan wangi almondnya, hmmm... Ini salah satu cookies favoritku juga lho... Enak deh pokoknya, dan cara membuatnya juga mudah!

Baci Di Dama
David Lebovitz

Bahan-Bahan:
140 gr hazelnut atau almond
140 gr tepung beras
100 gr unsalted butter
75 gr gula halus (di resep asli 100 gr, krn aku kurang suka manis jadi aku kurangi)
garam secukupnya
55 gr dark chocolate atau milk chocolate

Cara membuat:
1. Karena hazelnut agak susah didapatkan di sini, jadi aku pakai sliced almond aja. Almond tersebut disangrai atau dipanggang hingga harum dan berwarna kuning keemasan. Kalau aku biasa disangrai aja karena gak ribet, hehehe... Kalau pakai almond utuh sebaiknya dipanggang saja ya.
2. Almond yang sudah disangrai tersebut kemudian dihaluskan di food processor hingga halus. Mungkin bisa juga ya kalau pakai tepung almond. Tapi menurutku mungkin lebih enak kalau pakai bubuk almond yang dihaluskan sendiri. Hasilnya adalah almond yang tidak begitu halus, jadi pada saat dicicipi ada sensasi almond kasar yang enak pada saat digigit dan harum tentunya.
3. Sangrai tepung beras yang telah disiapkan tersebut, di resep asli gak disebutkan untuk menyangrai tepung. Tapi aku pribadi lebih suka cookies yang tepungnya sudah disangrai terlebih dahulu. Hasilnya adalah cookies yang lebih harum dan juga tepungnya tidak terlalu basah, lebih lumer di mulut. Ini optional aja, tapi kalau disangrai hasilnya memang lebih enak.
4. Diamkan almond dan tepung beras sejenak agar tidak terlalu panas pada saat akan menguleni. Setelah itu, siapkan satu wadah, masukkan almond, tepung beras dan juga gula halus. Aduk hingga merata menggunakan tangan.
5. Setelah diaduk rata, masukkan butter. Uleni hingga adonan ini dapat dibentuk. Jika adonan masih sulit dibentuk, tambahkan butter sedikit. Karena tepungnya disangrai, kadar airnya pasti berkurang, oleh karena itu dibutuhkan butter agar adonan lebih menyatu. Di resep asli disarankan agar menyimpan adonan ini di freezer sebelum dibentuk bulat, tapi aku lebih suka langsung saja dipulung.
6. Ambil sedikit adonan lalu bentuk bulat dengan diameter kira-kira 2 cm di atas loyang yang telah diolesi mentega.
7. Panggang selama 10-14 menit di suhu 160C.
8. Jika cookies ini sudah matang, lumerkan coklat.
9. Ambil satu buah cookies lalu oleskan sedikit coklat di atasnya, dan dempetkan ke cookies lain. Biarkan hingga coklat agak mengeras dan taruh dalam wadah tertutup atau air tight container, jadi cookies bisa awet lebih lama.

Minggu, 09 Maret 2014

Hokkaido Chiffon Cupcake



Aku paling suka sama cake, mau cake apa aja, rasa coklat, strawberry, vanilla atau lain-lain. Mau dipanggang, dikukus, hampir semua suka. Tapi ada dua cake yang aku suka banget, pertama Strawberry Shortcake, dan kedua Hokkaido Chiffon Cupcakes.

Hokkaido Chiffon Cupcakes ini sebenernya cuma vanilla chiffon biasa yang dikasih filling whipped cream atau custard cream. Aku suka kedua jenis filling ini, tapi kalau disuruh pilih aku paling suka custard cream donk, lebih wangi susu dan juga enak deh. Tapi kalau kalian gak mau ribet bisa kok pakai whipped cream aja dan udah enak juga.


Cake chiffon ini juga bisa dikreasikan dengan berbagai macam rasa kok, mau coklat, vanilla, pandan atau green tea juga bisa. Tapi aku lebih suka yang simple aja, vanilla. Entah kenapa kalau makan yang manis-manis, terus wangi susu itu rasanya semua pusing hilang, hahahaha... Mungkin ini kenapa aku gak pernah berhasil turunin berat badan! T-T


Hokkaido Chiffon Cupcake


Bahan Cake:
Adonan kuning telur:
3 kuning telur
20 gr gula putih
40 ml minyak sayur
40 ml susu cair
60 gr tepung untuk cake atau tepung terigu

Adonan putih telur:
3 putih telur
40 gr gula putih
sejumput cream of tar tar

Bahan custard cream/ diplomat cream:
1 sdm tepung terigu
1 sdm tepung jagung
200 ml susu cair (kalau mau lebih wangi susu, substitusi 100 ml dengan whipped cream cair)
2 kuning telur
40 gram gula
1/2 sdm butter
1/2 sdt vanilla extract

Bahan whipped cream:
100 whipping cream cair
1 sdm gula halus

Cara membuat:
Cake:
1. Pisahkan kuning telur dan putih telur di dua wadah terpisah. Pertama kocok kuning telur dan gula menggunakan mixer hingga berwarna agak pucat dan mengembang. Kemudian masukkan susu dan minyak. Kocok hingga tercampur rata, terakhir masukkan tepung terigu sambil diayak. Kocok adonan ini hingga merata.
2. Sambil menyiapkan untuk mengocok adonan putih telur, nyalakan oven dan atur di suhu 160C.
3. Untuk adonan putih telur, kocok adonan putih telur menggunakan mixer hingga berbusa putih, masukkan setengah campuran gula dan cream of tar tar. Kocok sebentar, setelah itu tuang sisanya. Kocok adonan ini hingga firm peaks.
4. Masukkan adonan putih telur sebanyak 1/3 ke adonan kuning telur, aduk perlahan menggunakan spatula, masukkan 1/3 lagi, aduk kembali dan terakhir masukkan sisanya. Aduk hingga tercampur rata.
5. Masukkan adonan tersebut ke loyang cupcake yang telah dilapisi kertas cupcake atau muffin sekitar 80% wadah kertas, kemudian panggang selama 20-25 menit.

Custard Cream:

1. Siapkan sebuah wadah panci, masukkan susu cair, kuning telur, tepung terigu, tepung jagung (maizena). Aduk hingga merata lalu saring. Masukkan gula dan butter. Panaskan kompor, masak dengan api kecil, dan aduk-aduk hingga adonan mengental. Matikan kompor dan masukkan vanilla extract sambil diaduk. Setelah adonan mencapai suhu ruang masukkan ke dalam lemari es, masukkan adonan ke dalam wadah tertutup atau tutupi dengan plastic wrap agar bagian permukaan adonan tidak mengering.
2. Setelah cream telah dingin. Siapkan whipped cream. Kocok whipped cream dingin dengan gula menggunakan mixer hingga stiff peak.
3. Masukkan 1/3 whipped cream yang telah dikocok ke adonan custard cream, aduk dengan spatula. Masukkan 1/3 adonan lagi dan seterusnya hingga selesai dan aduk hingga tercampur rata.

Penyelesaian:
1. Chiffon cupcake yang telah matang diamkan hingga mencapai suhu ruang.
2. Siapkan piping bag yang telah diberi spuit dengan lubang kecil. Masukkan custard cream ke dalam piping bag dan semprotkan ke cupcake tersebut.
3. Simpan cake ini di dalam lemari es, lebih enak disajikan dingin.

Hasil cupcake ini sekitar 10-12 buah, tergantung besar cup yang digunakan.

Referensi:
http://createeathappy.blogspot.com/2013/04/how-to-make-hokkaido-chiffon-cupcakes.html


Kamis, 06 Maret 2014

Japanese Cream Bread

Aku paling suka buat roti, karena kalau buat roti di rumah pasti laku deh...:) Semua pada suka, mulai dari mama, papa, adik-adik ku juga suka. Pertama kali buat roti dulu jadi cuma gak gitu empuk, setelah blogwalking dan baca beberapa referensi jadi makin tau deh kalau mau buat roti yang enak dan empuk bagaimana.

Menurutku kalau mau buat roti yang empuk itu adonan harus diuleni sampai elastis dan stretchable. Hasilnya adalah roti yang empuk dan soft. Sebenernya ada berbagai macam metode membuat roti, entah itu roti, pau atau donat. Untuk roti aku suka pakai metode glutinuous atau tangzhong, karena hasil roti dengan metode ini meghasilkan roti yang lebih empuk dan empuknya tahan lebih lama. Tapi saat ini aku paling sering buat pakai metode gelatinised. Dari satu resep ini aku muali buat roti manis dengan berbagai macam isi, dari melon pan, kare pan, dan lain-lain. Intinya sejak aku udah belajar buat roti, udah jarang deh beli roti di luar... Hahahaha, somboooonnggg....


Assorted Buns, Aku paling suka roti isi kari/ daging pakai tepung panir itu, healthy version dari roti goreng ^^


Melon Pan
Sausage Bread

Caterpillar Bread

Ini nih penampakan adonan gelatinised yang biasa akan diistirahatkan dulu selama minimal 12 jam sebelum dieksekusi untuk dijadikan adonan.


Japanese Cream Bread

Resep:

Bahan-bahan A:
120 gr tepung terigu untuk roti
85 gr air mendidih

Bahan-bahan B:
380 gr tepung untuk roti
75 gr gula
6 gr garam
8 gr ragi instan

Bahan-bahan C:
120 gr susu dingin
100 gr whipping cream cair
1 butir telur dingin

Bahan D:
40 gr butter

Cara membuat:
1. Masukkan air mendidih ke dalam tepung Aduk hingga merata dan membentuk suatu adonan. Istirahatkan hingga adonan mencapai suhu ruang, tutup adonan menggunakan plastic wrap atau wadah kedap udara. Istirahatkan di dalam kulkas minimal selama 12 jam.
2. Aduk bahan-bahan B hingga tercampur rata. Masukkan bahan-bahan C dan uleni hingga tercampur rata, terakhir masukkan adonan A.
3. Lalu Masukkan adonan D dan uleni hingga kalis dan dapat melebar pada saat dilebarkan. Aku biasa hanya menguleni pakai tangan, jadi biasa aku uleni dengan cara membanting-banting adonan selama 30 menit.
4. Istirahatkan adonan ini hingga 40 menit. Setelah itu kempeskan adonan tersebut. Bagi adonan menjadi ukuran yang Anda inginkan, kemudian bulatkan dan gilas untuk mengeluarkan gas dalam adonan tersebut. Istirahatkan selama 10 menit sebelum dibentuk sesuai selera.
5. Letakkan roti yang telah dibentuk atau diisi ke atas kertas roti atau loyang yang telah dilapisi mentega. Istirahatkan kembali adonan ini selama 50 menit. Panggang dengan suhu 190C selama 15 menit.

Intinya menurutku, jika ingin menghasilkan roti yang baik, gunakan bahan-bahan yang berkualitas dan bagus. Entah kenapa dengan resep ini aku agak susah untuk diuleni, jadi aku suka tergoda untuk tambahin tepung waktu uleni, hehehe... Gak tau gimana hasilnya kalau pakai bread machine. Tapi walau aku tambahin tepung hasilnya masih okelah. Menurutku hasilnya gak kalah sama roti-roti yang dijual di toko-toko. Pas baru mateng, anak-anak langsung serbu deh, semua suka. ^^ Roti ini juga bisa dibuat plain aja tanpa isian, dan udah enak banget kok.

Resep ini aku ambil dari sini:
http://herfrozenwings.blogspot.com/2011/05/japanese-cream-bread.html